Tak Sekadar Cari Suara, PKS Hadir Sebagai Support System Bagi Gen Z

19 Desember 2025 - 14:12 WIB
Share

JAKARTA – Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) atau yang lebih dikenal dengan PKS Muda, melakukan manuver strategis dalam pola gerakan kepemudaannya. Bidang yang dipimpin oleh Aang Kunaifi ini kini fokus membangun strategi berbasis data (data-driven) untuk membedah perilaku Generasi Z dan Milenial.

Hal tersebut terungkap dalam acara Konsolidasi Pengurus yang digelar di Kantor DPTP PKS, MD Building, Jakarta Selatan, Rabu (17/12/2025). Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dari pukul 17.00 hingga 21.00 WIB itu, sekitar 40 orang pengurus mendapatkan arahan langsung dari Ketua DPP PKS Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa.

Aang mengajak untuk melihat realitas baru. Dalam pidatonya yang membedah dua riset krusial yaitu Journal of East Asian Studies (2025) dan Indonesia Millennial and Gen Z Report 2026 dari IDN Research Institute. Ia menyebut data-data tersebut sebagai wake-up call bagi kader PKS.

Oleh karena itu, Aang menekankan lima poin krusial yang menjadi fondasi gerakan ini. Salah satu poin yang paling disorot adalah perubahan paradigma pendekatan terhadap generasi muda yang harus lebih adaptif dan tidak kaku.

Dalam sambutannya, Aang mengingatkan bahwa semangat perjuangan harus dibarengi dengan kemampuan adaptasi yang tinggi. Ia meminta pengurus untuk tidak memaksakan gaya lama kepada anak muda zaman sekarang.

"Jangan paksa mereka mendekati kita, tapi kitalah yang masuk ke dunia mereka. Jika mereka suka visual, kita buat konten visual terbaik. Jika mereka suka komunitas, kita perbanyak komunitas," tegas Aang di hadapan puluhan pengurus muda PKS.

Mantan aktivis ini juga menekankan pentingnya kolaborasi dan budaya kerja layaknya perusahaan rintisan (startup). Aang meminta sekat-sekat birokrasi yang kaku segera diruntuhkan.

"Di ruangan ini ada pakar medsos, aktivis lapangan, kandidat doktor, konseptor, dan stand up comedian. Saya tegaskan: Tidak boleh ada one man show. Kita harus bekerja seperti startup: lincah, cepat, dan saling mengisi," ujarnya.

Menyadari tantangan berat yang dihadapi anak muda saat ini, khususnya masalah finansial dan kesehatan mental, PKS Muda berkomitmen menghadirkan solusi konkret. Aang menginstruksikan jajarannya untuk merancang program yang relevan dengan "isi perut dan pikiran" anak muda.

Oleh sebab itu, ia menekankan agar program kepemudaan PKS tidak melulu bicara politik kekuasaan.

"Kita harus jadi support system. PKS harus hadir menjadi solusi atas kecemasan personal mereka. Kita tidak bisa hanya datang saat butuh suara," tambahnya.

Dari sisi strategi digital, Aang mendorong narasi yang lebih autentik dan humanis untuk memenangkan hati warganet di platform seperti TikTok, Instagram, dan Twitter.

Sebagai penutup, strategi rekrutmen PKS ke depan akan lebih berbasis komunitas (community based approach). Aang mendorong pembentukan komunitas-komunitas hobi, mulai dari E-Sport, Pecinta Alam, hingga Komunitas Kreatif.

Konsolidasi ini menjadi sinyal kuat bahwa PKS Muda siap bertransformasi menjadi wadah yang lebih inklusif dan solutif bagi generasi muda Indonesia di tahun 2026 dan seterusnya.

Share